Selasa, 14 Januari 2020

HANYA KEMATIAN YANG MEMISAHKAN KITA



Hanya Kematian Yang Memisahkan kita
14/01/2020
( Mengenang 40 hari kematian isteri tercinta )

Disetiap tidurku
Aku mimpi selalu bersamamu
Mengulang kisah cinta lama
Yang kita rasakan berdua
Menyanyikan kidung asmara
Menghirup madu kehidupan
Berdua dalam dekapan hangatnya malam
Engkau datang dalam setiap mimpiku
Serasa lepas beban rindu yang kutanggung
Ketika semilir angin malam yang dingin menyentuh
Aku tersentak dari tidur penuh mimpi indah
Pupuslah  rasa bahagia sekejap bersamamu 
Sesungguhnya hayalku berkelana
mencari bayanganmu

Cintaku dan cintamu menyatu dalam kebersamaan yang panjang melintas zaman
Di sanubari kita terparteri satu cinta 
seakan tak terpisahkan
Namun kematian yang menjemputmu  pergi 
Membawa serta cinta kita kepusaramu
Yang tertinggal di relung hatiku 
rasa duka berbalut rindu
Meski engkau telah berkalang tanah
Cintaku padamu tidak akan terhapus
Kepergianmu dari sisiku tidak memadamkan api cinta yang membara
Kematianmu hanya memisahkan batang tubuh kita
Tapi sesungguhnya kematian tidak akan memisahkan cintaku kepadamu

Menjelang Dhuhur,19 Jumadil Akhir
1441 H/15 Januari 2020 M
( Musni Japrie )



RINDUKU TIDAK TERJAWAB

 RINDUKU TAK TERJAWAB

Rindu Yang Tak Terjawab
14/01/2020
Sendiri di padang sunyi 
Mentari pagi bersembunyi 
Dibalik awan kelabu membungkus hati
Derai gerimis pagi tiada henti hingga ke petang
Angin gunung merayap kelembah
Menyesap hingga ke kalbu
Dingin hati ini sedingin senja yang menyusupi malam

Rindu yang terpendam lama
Berebut tempat di kalbu dengan hayal
Hasrat untuk memeluk kenangan masa lalu
Bersama sang kekasih yang sudah tiada
Kerinduan yang takkan terjawab
Untuk selamanya
Meski hati selalu menjerit karenanya.

Tepian Mahakam, Rembang petang Januari 2020 ( Musni Japrie )

Senin, 13 Januari 2020

MIMPIKU SELALU BERSAMAMU

MIMPIKU SELALU BERSAMAMU
Angin lembut di kemuning senja
Menjemput malam berbinar rembulan
Terpesona dalam mimpi 
Senyum di bibir merah delima
Larut dalam hayal tanpa rasa
Bayang-bayang mempesona
Dalam dekapan angan 

Kisah kasih yang terhenti
Diatas panggung cinta
Keranda yang diusung
Membawa pergi cinta ke dalam kenangan
Cinta yang terpahat dalam dua hati
Tidak akan lekang oleh perpisahan
Dibawa dalam setiap mimpi indah

Dalam tidurku berteman sepi
Tidak ada lagi kurasakan desah nafasmu yang harum
Tidak ada lagi dekapanmu yang penuh gairah seperti dulu
Yang tertinggal hanyalah seonggok kenangan nikmat bersamamu

Ingin kulepas rindu yang terpendam
Meskipun hanya dalam mimpi
Mimpi yang indah seperti dulu
Aku ingin dalam setiap tidurku
bermimpi bersamu
Meskipun hanya Sekejap
Ingin selalu bersamamelepas rindu
Mimpi mimpiku selalu bersamamu

Ujung kota Tepian Medio Januari 2020
( Musni Japrie )

DOA DI UJUNG MALAM


DOA DI UJUNG MALAM"

Diujung sepertiga sisa akhir malam
Hening, sunyi senyap
Tiada terdengar suara berisik
Kecuali desiran angin di sela dedaunan
Malam penuh kesyahduan dan kekhusyukkan
Allah tabarakta wa ta'ala  turun kelangit dunia
Menebarkan barakah rahmat dan maghfirah untuk setiap hambanya
Dia Allah azza wa jalla berfirman :
 ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa 
memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’”

Menyambut turunnya Sang Khalik kelangit dunia 
Di sepertiga akhir malam yang diliputi barakah dan rahmat
Diatas hamparan sajadah diri yang dhaifa ini
Bersujud dan bersimpuh menadahkan pinta
Bergetar hati melantunkan doa
Permintaan yang didasari rasa cinta, takut dan rasa harap

Allah zat yang maha agung dan maha perkasa
Zat yang maha mendengar dan mengijabah permohonan setiap permohonan
Alhamdulillahi Rabbal alamin segala punjian untuk Rabb seluruh alam
Wa Syukrulillah,bersyukur kepada zat yang telah memberikan  beragam nikmat tak terhitung
Ya Allah pemilik seluruh maghfirah
berilah kami ampunan atas segala dosa dan kesalahan
Ya Allah yang maha mengetahui
Berilah kami selalu petunjuk dan hidayah
Ya Allah zat yang membolak balikan qalbu, jadikan kami istiqomah dalam melakukan amal shalih
Masukkan kami ke dalam surga Mu
Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan diakhirat
Jauhkan kami dari siksa neraka
Engkau zat maha mengabulkan 
Kabulkan permohonan kami
Aamiin.....

Kota Tepian, 18 Jumadil Awal 1441 H/ 13 Januari 2020

oleh : Musni Japrie

Minggu, 12 Januari 2020

SYAIR GUBAHANKU

SYAIR GUBAHANKU

Persembahan untuk dia yang selalu dihati

Kurangkai bait demi bait
Puisi  yang kugubah ini
Walaupun tidaklah seindah syair seorang pujangga
Persembahan untuk engkau seorang
Yang namamu telah  terpateri di hatiku
Tidak ada kata yang cukup untuk diucapkan 
Untuk mengungkap tentang cinta ini
Kecuali dalam bait-bait puisi
Puisi yang digubah ini adalah wadah untuk menuangkan sejuta rasa
Sejuta rasa yang  mengkrista
Dalam satu rasa yaitu cinta
Cinta yang mendalam padamu 
seoran
Tidak sedikitpun  rasa cinta untuk selain engkau
Sungguh Cinta ini hanya padamu seorang 
 Hati ini telah terpaut akan dikau 
Hanya engkau tujuanku
Engkaubunga cintaku
Engkau ratu dalam mahligai hidupku
Mahligai rumah tangga yang di dalamnya penuh  tawa dan canda
Jauh dari tangis dan duka
Mentari pagi bersepuh embun diujung rerumputan 
langit biru berlapis 
Pelangi berbinar cahaya diufuk barat
Kasih sayang yang dibalut rahmat Sang Pencipta.
Inilah syair gubahan untukmu seorang

Ujung Kota Tepian,  Ahad menjelang malam,17 Jumadil Awal 1441 H / 11

KENANGAN MANIS


KENANGAN MANIS
10/01/2020
Puisi mengenang perginya seorang yang Paling dicintai selama hidup

Indahnya lukisan Alam dipagi hari bersama tetesan embun diujung dedaunan 
Terhapus sudah oleh awan kelabu bersama derai gerimis hujan
Pagi yang dingin,sedingin hati dalam duka
Duka dan pilu karena luka ditinggal pergi kekasih hati
Hayal berkelana mengembara
Mengenang masa-masa indah bersamanya
Berdua mereguk manisnya madu cinta

Masa lalu yang selalu manis dan indah untuk dikenang
Berdua merambah belukar
Menugal benih kasih sayang
Sebiduk berdua menelusuri teluk dialun gelombang  
Layar berkembang dihembus angin 
daratan
Bahtera melaju di naungi rembulan bertabur bintang

Tiada hari semanis masa lalu
Dalam bias nostalgia dalam mahligai cinta
Berlari kecil di padang rumput menghijau saling menggenggam jari jemari
Mendaki bukit berbunga mereguk wangi 
Bertuntunan menuruni lurah berimbun pucuk hijau
Meniti dan bergandengan tangan dihamparan bebatuan kerikil 
 
Menyulam cinta dibawah langit biru
Berlukiskan awan berarak
Merangkai bait-bait puisi dibawah rembulan bertatahkan bintang
Ditingkahi melodi serangga malam
Didekap rindu mereguk madu kehidupan

Namun sayang segalanya sirna dalam larutnya malam
Yang tertinggal hanyalah kerinduan akan masa lalu
Kenangan manis berdua yang tidak
pernah lekang dari ingatan.

Dirangkai oleh : Musni Japrie

Ujung Kota 17 Jumadil Awal 1441 H/11 Januari 2020 M





 

“

RIDHA ATAS KETETAPAN ALLAH


Takdir Allah yang tertulis di kitabNya
Menumbuhkan benih-benih percintaan di hatimu dan di hatiku
Direkatkan dalam ijab kajbul
Mengikatkan diri kita dalam satu janji
Janji setia saling cinta dan mengasihi
Membangun mahligai cinta
Membangun dan membina keluarga sakinah mawa'dah wa rahmah

Allah menanamkan rasa cinta direlung hati yang paling dalam
Jadilah engkau bidadari dunia 
yang kupuja
Engkau jadikan aku  untuk selalu merindukan dan mendambakanmu
Sungguh Allah telah menganugerahkan nikmat tiada taranya
Tidak ada yang patut dipersembahkan selain rasa syukur kepada-Nya

Namun sesungguhnya kebahagian dan nikmat tidaklah abadi
Allah telah menuliskan batas jodoh aku dan engkau
Allah telah menetapkan batas umur mu dengan kematian
Allah menggantikan kebahagianku dengan kesedihan
Engkau dijemput oleh utusanNya
Untuk pergi jauh ke alam barzah
Tinggallah aku sendiri menanggung    duka
Sesungguhnya Allah berkehendak membiarkan aku
sendiri tanpa engkau untuk meniti umur yang tersisa
Allah memberikan kesabaran atas diriku
Dalam menghadapi  musibah kematianmu
Sebagai hamba Allah aku ridha
menerima takdir-Nya
Berlapang dada melepaskan engkau meski terasa pilu dihati
Walaahu'alam

Perum Korpri Bakung Indah, Ahad sore 11 Januari 2020