Kamis, 28 Juli 2011

Aku dan Engkau Kekasihku


B y : Musni Japrie

Puisi cinta untuk isteri tercinta

Kemarau naik diarak gumpalan-gumpalan awan yang enggan beranjak
Anginpun raib, sesekali berembus malas, bahkan tak mampu menggerakkan daun cemara
Pucuk mahoni digelantungi bunga-bunga keemasan dilatari langit membiru
Terpana dalam kenangan yang melarutkan diri kemasa lalu
Larut berliuk-liuk di bayangan masa lampau, kupungut potongan kisah
Cinta dua anak manusia, aku dan kau cintaku

Kulihat dimatamu ada pelangi, setetes embun pagi membasahi bibir merahmu, tersenyum penuh arti
Bergetar dawai cinta bidadari pagi penuh pesona
Kucoba meraih jari jemarimu dan kugapai jiwamu
Adakah disana tempat aku melabuhkan kata hati
Mengajakmu menari dalam alunan nada cinta

Aku layari celah-celah gelombang samudera asmara
Kutilik dengan mata hati berbalaskah getaran kalbu yang telah terucap
Namun hanya seulas senyum menyejukkan pertanda hatimu dan hatiku berpadu dalam mabuk asmara
Kita berdua akan berlayar mengarungi samudera dengan bahtera cinta
Kita bersama berlabuh di pelabuhan ranjang pengantin
Memagut kehangatan dan gelinjang berahi dalam canda kehidupan
Tak cukup kata menuturkan cerita, tak cukup kanvas melukiskan kemesraan
Antara kita, aku dan engkau kekasihku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar