Senin, 25 Juli 2011

SEJUTA KERINDUAN

K a r y a : Musni Japrie

Aku tidak pernah b erhenti merindukan-Mu Kekasihku
Nama-Mu kusebut setiap dentangan waktu
Disudut-sudut siang dan diantara bisikan rindu
Tiada siapapun yang lain yang bersemayam di hatiku
Hanya nama-Mu terpateri disegenap detakan kalbu
Rindu yang tak tertahan terhampar hanya untuk-Mu

Aku merindukan-Mu dengan sejuta kerinduan wahai yang terkasih
Dalam setiap desahan nafas dan bisikan angin senja aku selalu merindukan-Mu kekasih
Nama-Mu yang terangkai dalam asama’ul husna adalah nama yang paling terindah
Disetiap langkah dalam perjalanan musafir Aku memuji dan memuja-Mu kekasih
Memuji-Mu dengan membisikkan kata dalam untaian kalimat tasybih
Pujian untuk-Mu yang tidak sanggup aku menghitungnya sendiri
Sebagaimana engkau yang telah memuji diri-Mu sendiri
Aku merindukan-Mu wahai yang memiliki wajah tak terbayangkan
Aku tidak mampu berhayal akan wajah-Mu yang selalu didambakan
Wajah Engkau yang indah mengalahkan seluruh bunga ditaman
Wajah indah yang mengalahkan indahnya malam dengan seribu bulan

Aku merindukan-Mu dengan sejuta kerinduan wahai yang tercinta
Hanya Engkaulah yang bersemayam di Arasy sebagai yang segala-galanya
Kepada Engkaulah satu-satunya untuk menyampaikan sejuta cinta
Hanya kepada-Mu ku sampaikan sejuta pinta
Hanya kepada-Mu kupanjatkan sejuta doa
Hanya kepada-Mu aku berserah taqwa
Aku lah diri yang hina,berharap akan surga
Aku lah diri yang hina berharap terlepas dari siksa api yang menyala-nyala
Ya Rabb segenap yang bernyawa
Dihadapan-Mu aku bagaikan kelana yang terlunta-lunta.

Diujung kota Tepian, 17 Sya’ban 1431 H / 25 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar